When you need to concentrate on your busy day but your mind is wandering.
Monday ~
Awal dalam seminggu yang artinya Senin adalah hari dimana semuanya menjadi serba sibuk. Sedari pagi aku sudah dipusingkan oleh telepon dan notifikasi pesan yang masuk baik melalui ponsel kantor maupun pribadi. Belum lagi puluhan email yang belum sempat aku baca apalagi balas. Aku mengerjakan semuanya, satu demi satu aku selesaikan. Namun bukannya teralihkan, justru malah pikiranku melayang jauh membayangkan apakah kamu disana sedang melakukan hal yang sama? Sama sibuknya denganku yang bergelut dengan rutinitas pekerjaan yang membosankan. Aku tidak mengecek nomormu, begitu juga dengan akun social mediamu. Pikiran ini hanya tidak mau lepas dari bayangmu. Kenapa kamu begitu menghantuiku? Ataukah ini hanya alam bawah sadarku yang secara tidak sengaja memikirkanmu?
Aku bingung. Seperti kamu yang bingung ketika aku tanya apa yang kamu rasakan terhadapku. Disatu sisi terkadang aku merasa biasa saja, tidak ada sesuatu yang mengharuskanku berpikir bahwa kamu istimewa karena memang rasanya biasa saja. Tapi disisi lain pikiran ini tidak pernah lepas dari sosokmu. Aku terus dan terus saja memikirkanmu hampir setiap waktu. Memang apa yang sudah kamu lakukan? Untuk bertanya bagaimana kabarku hari ini saja pun tidak, atau sekadar peduli terhadap perasaan gundah gulana yang begitu merepotkanku saja tidak. Lalu kenapa kamu berada di urutan pertama dalam skala prioritas yang aku pikirkan? Tentunya setelah diriku sendiri. Percuma saja jika aku sibuk menerka-nerka apakah kamu melakukan hal yang sama, jelas tentu tidak. Toh kamu sendiri yang memberitahuku bahwa laki-laki itu sederhana, mereka tidak akan sibuk memikirkan apakah kami para wanita sering berpikir keras tentang perasaan atau mungkin hal yang tidak atau akan kami lakukan. Aku pegang teguh pernyataan itu. Aku tidak mau membuat scenario lagi, sebisa mungkin aku hentikan cara kerja otak ini yang selalu tanpa disengaja membuat scenario sendiri.
Salah satu temanku pernah berkata bahwa hukum tarik menarik bisa aku gunakan dengan cara menulis. Apapun yang aku tulis alam semesta akan menariknya dan yang harus aku lakukan hanya percaya. Percaya bahwa kamu tiba-tiba akan menghubungiku, percaya bahwa kamu juga sedang memikirkanku? Atau malah hanya menjadikanku memiliki harapan palsu?
Alih-alih menyelesaikan pekerjaan kantor yang teramat banyak dan beberapa klien yang sudah tidak sabar menunggu balasan, aku malah memutuskan membuka word dan menumpahkan keluh kesahku. Tidak apa-apa, aku hanya butuh beberapa menit untuk melampiaskan sesuatu. Terkadang juga pekerjaan menyita waktu istirahatku, jadi aku pikir tidak ada salahnya aku mencoba mengalihkan pikiran barang sejenak untuk menetralkan perasaanku. Ini baru hari Senin, awal dalam satu minggu kedepan. Aku sudah sangat ingin beristirahat saja. Tapi aku tidak mau sibuk memikirkan atau malah membuat scenario sendiri tentang apa yang akan terjadi di akhir pekan. Biarlah menjadi kejutan. Jika memang pada akhirnya aku hanya menghabiskan dua hari waktu luangku rebahan saja juga tidak masalah. Sepertinya itu hal yang mewah yang kami budak korporat perusahaan selalu inginkan. Tidak perlu berpikir, jangan juga berharap. Lewati saja hari-hari ini seperti biasa dimana aku hanya memikirkan diri sendiri. Cukup ya, tolong bantu aku lewati satu dua hariku dulu tanpamu. Aku akan kembali terbiasa tanpa hadirmu disisiku. Apapun yang kamu lakukan ditempatmu berada, aku harap itu adalah jawaban dari keinginan hatiku yang terdalam.